Jakarta, 17 September 2026 – NASA mulai meninggalkan penggunaan laptop ThinkPad yang selama puluhan tahun identik dengan aktivitas para astronaut di luar angkasa. Perubahan tersebut terlihat seiring badan antariksa Amerika Serikat memperbarui perangkat komputasi yang digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS. Laptop yang lebih baru dibutuhkan karena kebutuhan komputasi astronaut terus meningkat, mulai dari menjalankan prosedur eksperimen hingga berkomunikasi dengan tim di Bumi. Perangkat lama secara bertahap harus diganti karena keterbatasan performa, dukungan perangkat keras, dan usia teknologi. Pergantian tersebut bukan berarti ThinkPad dianggap gagal menjalankan tugasnya selama ini. Sebaliknya, laptop tersebut telah memiliki sejarah panjang sebagai salah satu perangkat komputasi paling dikenal dalam program penerbangan antariksa.
ThinkPad mulai digunakan NASA sejak era pesawat ulang-alik dan kemudian menjadi perangkat yang umum ditemukan di ISS. Sejumlah generasi laptop tersebut telah digunakan astronaut untuk menjalankan pekerjaan sehari-hari selama berada di orbit. Perangkat tidak hanya digunakan untuk tugas administratif, tetapi juga membantu menjalankan eksperimen, mengakses informasi misi, serta berkomunikasi dengan pusat kendali. Bentuknya yang relatif kokoh dan mudah digunakan membuat ThinkPad mampu bertahan selama bertahun-tahun dalam lingkungan operasional NASA. Beberapa model bahkan mengalami modifikasi sebelum diterbangkan agar sesuai dengan persyaratan keselamatan di dalam wahana antariksa. Hubungan panjang tersebut membuat ThinkPad kerap dianggap sebagai laptop yang identik dengan kehidupan astronaut di orbit.
Namun, kebutuhan teknologi di ISS kini jauh berbeda dibandingkan ketika ThinkPad pertama kali digunakan. Eksperimen modern menghasilkan data dalam jumlah lebih besar dan membutuhkan kemampuan pemrosesan yang semakin tinggi. Astronaut juga menggunakan komputer untuk konferensi video, dokumentasi, pengelolaan data ilmiah, hingga mengendalikan sejumlah perangkat pendukung. Perangkat dengan prosesor lebih cepat, kapasitas penyimpanan lebih besar, serta konektivitas modern menjadi semakin dibutuhkan. Selain itu, dukungan produsen terhadap perangkat dan komponen menjadi pertimbangan karena laptop harus dapat dipelihara selama masa operasionalnya. NASA karena itu melakukan pembaruan perangkat secara berkala mengikuti kebutuhan misi.
Dalam proses pembaruan tersebut, NASA mulai menggunakan laptop dari HP sebagai salah satu pengganti perangkat ThinkPad. Perangkat baru dipilih berdasarkan kebutuhan operasional dan harus melalui proses evaluasi sebelum dapat digunakan di lingkungan antariksa. Laptop yang dikirim ke ISS tidak selalu sama persis dengan perangkat konsumen yang digunakan di Bumi. Beberapa penyesuaian dapat dilakukan terhadap perangkat keras, sistem operasi, maupun konfigurasi untuk memenuhi kebutuhan misi. Faktor keselamatan juga menjadi perhatian karena setiap perangkat elektronik yang dibawa ke stasiun harus memenuhi persyaratan tertentu. NASA harus memastikan laptop dapat digunakan secara stabil dalam kondisi mikrogravitasi dan lingkungan ISS.
Pergantian merek juga berkaitan dengan siklus pengadaan perangkat teknologi NASA. Seperti organisasi besar lainnya, NASA melakukan pengadaan berdasarkan spesifikasi, kebutuhan pengguna, dukungan teknis, harga, dan kemampuan produsen memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Karena itu, penggunaan merek tertentu tidak selalu bersifat permanen. Perangkat yang memenuhi kebutuhan pada satu periode dapat digantikan ketika tersedia teknologi yang lebih sesuai pada generasi berikutnya. Pergantian tersebut memungkinkan astronaut memperoleh kemampuan komputasi lebih tinggi tanpa harus mempertahankan platform lama. NASA juga perlu mempertimbangkan kompatibilitas dengan perangkat lunak dan sistem yang digunakan di ISS.
Meski mulai digantikan, ThinkPad memiliki catatan penting dalam sejarah komputasi antariksa. Laptop tersebut digunakan dalam berbagai penerbangan pesawat ulang-alik dan kemudian menjadi bagian dari perlengkapan rutin di ISS. Dalam sejumlah foto dan video dari stasiun, perangkat ThinkPad mudah dikenali melalui desain serta keyboard khasnya. Keberadaan laptop membuat astronaut dapat menjalankan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan sistem komputer khusus dengan lebih fleksibel. Perangkat komersial yang dimodifikasi juga lebih mudah diperbarui dibandingkan mengembangkan komputer khusus untuk setiap kebutuhan. Pendekatan tersebut kemudian menjadi bagian dari cara NASA memanfaatkan teknologi yang telah tersedia di pasar.
Laptop di ISS sendiri memiliki tantangan operasional yang berbeda dibandingkan perangkat di Bumi. Sistem pendinginan yang biasanya mengandalkan pergerakan udara harus tetap bekerja dalam kondisi mikrogravitasi, sementara debu dan partikel dapat menjadi masalah bagi perangkat elektronik. Baterai juga harus memenuhi standar keselamatan karena risiko kebakaran di dalam stasiun menjadi perhatian serius. Radiasi antariksa dapat memengaruhi perangkat elektronik meskipun ISS masih mendapatkan perlindungan dari medan magnet Bumi. Karena itu, pemeliharaan dan penggantian perangkat dilakukan secara berkala. Laptop yang sudah tidak memenuhi kebutuhan dapat dipensiunkan atau diganti dengan generasi yang lebih baru.
Berakhirnya dominasi ThinkPad di lingkungan NASA menjadi bagian dari perubahan teknologi yang terus berlangsung dalam program antariksa. ThinkPad tetap memiliki tempat penting karena telah mendampingi astronaut dalam berbagai misi selama beberapa dekade. Namun, meningkatnya kebutuhan komputasi membuat NASA harus menggunakan perangkat yang sesuai dengan tuntutan operasi saat ini. Pergantian ke merek lain lebih berkaitan dengan kebutuhan teknis, siklus pengadaan, dan modernisasi dibandingkan persoalan terhadap satu merek tertentu. Seiring berkembangnya misi menuju Bulan dan persiapan eksplorasi yang lebih jauh, kebutuhan komputer astronaut juga akan semakin kompleks. Perangkat yang digunakan NASA kemungkinan akan terus berubah mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan setiap misi.