Jakarta, 30 Oktober 2026 – Perusahaan penyedia layanan perawatan dan perbaikan pesawat, FL Technics Indonesia, memperkuat posisinya dalam industri penerbangan setelah memperoleh sertifikasi dari European Union Aviation Safety Agency (EASA). Pencapaian tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kemampuan industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) nasional untuk memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional. Sertifikasi EASA merupakan pengakuan terhadap pemenuhan persyaratan teknis, prosedur pemeliharaan, serta sistem pengawasan kualitas yang diterapkan oleh organisasi perawatan pesawat. Dengan pengakuan tersebut, FL Technics memiliki peluang lebih luas untuk menyediakan layanan kepada operator penerbangan internasional sesuai dengan ruang lingkup persetujuan yang diberikan. Keberhasilan ini juga mencerminkan meningkatnya kemampuan fasilitas perawatan pesawat di Indonesia dalam menyesuaikan operasionalnya dengan ketentuan regulator penerbangan global. Penguatan kapasitas MRO domestik dinilai penting karena kebutuhan pemeliharaan armada pesawat terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas transportasi udara.
Sertifikasi yang diterbitkan EASA memiliki arti strategis bagi perusahaan MRO karena menjadi salah satu persyaratan penting dalam memberikan layanan kepada operator pesawat yang tunduk pada ketentuan keselamatan penerbangan Eropa. Proses memperoleh persetujuan tersebut melibatkan evaluasi terhadap sistem manajemen keselamatan, pengendalian mutu, dokumentasi teknis, dan kompetensi personel yang menjalankan pekerjaan pemeliharaan. Perusahaan juga harus memastikan bahwa setiap kegiatan perawatan dilaksanakan berdasarkan prosedur yang telah disetujui serta menggunakan peralatan yang memenuhi persyaratan teknis. Selain itu, pencatatan pekerjaan dan pengelolaan komponen pesawat harus dilakukan secara terstruktur agar seluruh aktivitas dapat ditelusuri ketika diperlukan pemeriksaan. Persyaratan tersebut bertujuan menjaga konsistensi kualitas pekerjaan sekaligus meminimalkan risiko kesalahan yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. Bagi FL Technics, pemenuhan standar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap kemampuan fasilitas perawatannya. Pengakuan internasional juga dapat mendukung pengembangan kerja sama dengan maskapai dan perusahaan penyewaan pesawat dari berbagai negara.
Fasilitas FL Technics Indonesia yang memperoleh sertifikasi tersebut berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kompleks perawatan pesawat ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 17.000 meter persegi dan dirancang untuk mendukung kegiatan pemeliharaan pesawat komersial berbadan sempit. Di dalam kawasan tersebut terdapat tiga hanggar dengan tiga area penempatan pesawat yang digunakan untuk berbagai kegiatan pemeriksaan dan perawatan teknis. Fasilitas tersebut juga dilengkapi ruang pengecatan pesawat atau paint booth seluas sekitar 2.000 meter persegi. Dengan pengaturan fasilitas yang tersedia, kompleks tersebut memiliki kemampuan menampung hingga lima pesawat berbadan sempit secara bersamaan. Keberadaan infrastruktur tersebut memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam mengatur jadwal pekerjaan dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya teknis. Lokasinya yang berada di Bali juga dinilai strategis karena dapat menjangkau kebutuhan operator penerbangan dari berbagai kawasan Asia-Pasifik.
Ruang lingkup sertifikasi EASA Part-145 yang diperoleh FL Technics Indonesia mencakup layanan base maintenance dan line maintenance untuk sejumlah tipe pesawat komersial. Layanan tersebut meliputi keluarga Airbus A320, termasuk varian CEO dan NEO, serta Boeing 737 Classic, Next Generation, dan MAX. Jenis pesawat tersebut banyak digunakan dalam penerbangan domestik maupun internasional karena memiliki kapasitas dan efisiensi operasional yang sesuai untuk berbagai rute. Base maintenance umumnya mencakup pemeriksaan dan pekerjaan perawatan yang lebih mendalam di fasilitas hanggar, sedangkan line maintenance berfokus pada pemeliharaan yang mendukung kesiapan pesawat selama operasional penerbangan. Kedua jenis layanan memerlukan prosedur teknis yang ketat agar kondisi pesawat tetap memenuhi persyaratan kelaikudaraan. Sertifikasi EASA memungkinkan perusahaan melayani pesawat yang terdaftar di Uni Eropa sesuai cakupan persetujuan yang diberikan. Kemampuan tersebut memperluas peluang bisnis FL Technics Indonesia dalam pasar perawatan pesawat internasional.
Chairman FL Technics Indonesia, Martynas Grigas, menyampaikan bahwa perusahaan sedang mempersiapkan pekerjaan perawatan untuk operator penerbangan asal Uni Eropa setelah memperoleh sertifikasi tersebut. Pengerjaan pesawat dari operator Eropa direncanakan dimulai pada pekan berikutnya, sementara kedatangan armada tambahan telah dijadwalkan sepanjang November 2026. Rencana tersebut menjadi langkah awal dalam memanfaatkan pengakuan EASA untuk memperluas jangkauan pelanggan internasional. Sebelumnya, fasilitas FL Technics Indonesia di Jakarta dan Bali telah melayani operator pesawat dari kawasan Amerika, Asia, Afrika, dan Australia. Dengan bertambahnya kemampuan untuk menangani pesawat yang berada di bawah regulasi EASA, perusahaan dapat menawarkan layanan kepada lebih banyak operator penerbangan dan perusahaan penyewaan pesawat. Grigas juga menegaskan bahwa perusahaan memiliki ambisi memperluas pasar ke kawasan Asia, Timur Tengah, dan Australia yang membutuhkan layanan perawatan dengan standar EASA. Perluasan pasar tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan fasilitas sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam rantai industri penerbangan global.
Pencapaian sertifikasi EASA juga memiliki arti penting bagi pengembangan sumber daya manusia di sektor perawatan pesawat Indonesia. Audit yang dilakukan regulator penerbangan Eropa mencakup pemeriksaan terhadap kesiapan tenaga teknik, kelayakan infrastruktur hanggar, serta sistem perkakas yang digunakan selama proses pemeliharaan. Persyaratan tersebut menuntut perusahaan memastikan bahwa personel memiliki kompetensi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. FL Technics Indonesia didukung lebih dari 700 tenaga profesional penerbangan yang menjalankan berbagai fungsi teknis dan operasional. Selain fasilitas di Bali, perusahaan mengoperasikan kompleks hanggar dan perkantoran di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan luas sekitar 27.520 meter persegi. Keberadaan dua fasilitas tersebut memberikan dukungan bagi pengembangan kapasitas perawatan pesawat di dalam negeri. Peningkatan kemampuan tenaga kerja dan penguatan standar operasional juga berpotensi membuka peluang kerja sama pelatihan serta transfer pengetahuan dalam industri penerbangan.
Ke depan, sertifikasi EASA Part-145 diharapkan menjadi modal bagi FL Technics Indonesia untuk memperluas layanan dan meningkatkan daya saing industri MRO nasional. Kebutuhan perawatan pesawat internasional menuntut penyedia layanan memiliki kemampuan teknis, fasilitas memadai, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan yang berlaku. Dengan tersedianya fasilitas bersertifikasi di Indonesia, operator penerbangan memiliki tambahan pilihan lokasi perawatan di kawasan Asia-Pasifik. Hal tersebut berpotensi membantu mengurangi waktu pesawat tidak beroperasi apabila pekerjaan pemeliharaan dapat dijadwalkan dan diselesaikan secara efisien. Meski demikian, keberhasilan mempertahankan daya saing tetap bergantung pada konsistensi kualitas pekerjaan, kesiapan tenaga ahli, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan internasional. Sertifikasi juga perlu diikuti pengawasan dan pembaruan prosedur secara berkelanjutan agar standar keselamatan tetap terjaga. Melalui penguatan fasilitas, kompetensi teknis, dan perluasan pasar, industri perawatan pesawat Indonesia memiliki peluang semakin besar untuk berperan dalam ekosistem penerbangan internasional.