Jakarta, 8 September 2026 – Kondisi fisik Marc Marquez kembali menjadi sorotan di tengah perjuangannya mempertahankan persaingan di MotoGP 2026. Dokter bedah yang menangani pembalap Ducati Lenovo Team tersebut, Samuel Antuna, mengungkapkan kekuatan lengan kanan Marquez saat ini diperkirakan hanya sekitar 50 persen dari kapasitas normal. Kondisi tersebut merupakan dampak panjang dari berbagai cedera dan operasi yang telah dijalani pembalap asal Spanyol itu, termasuk kecelakaan serius pada MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika. Insiden tersebut dinilai menjadi titik balik yang kembali mengubah kondisi lengan kanan Marquez setelah sebelumnya mampu berfungsi cukup baik untuk membalap. Meski memiliki keterbatasan besar, Marquez tetap mampu tampil kompetitif dan kembali terlibat dalam persaingan papan atas musim ini.
Antuna menjelaskan bahwa sebelum kecelakaan di Indonesia, kondisi lengan kanan Marquez memang tidak sepenuhnya normal, tetapi sudah cukup stabil untuk menunjang aktivitasnya sebagai pembalap MotoGP. Marquez mampu mengendarai motor tanpa merasakan nyeri berarti dan tidak menyampaikan keluhan serius terkait lengannya. Situasi berubah setelah ia mengalami kecelakaan pada MotoGP Indonesia 2025 akibat insiden dengan Marco Bezzecchi. Benturan tersebut menyebabkan cedera kompleks pada bagian bahu kanan dan kembali mengganggu struktur yang sebelumnya telah melalui proses pemulihan panjang. Menurut Antuna, kecelakaan di Indonesia pada akhirnya membuat keseimbangan fungsi lengan yang telah dibangun selama bertahun-tahun kembali terganggu.
Cedera di Mandalika menyebabkan Marquez mengalami dislokasi akromioklavikular yang disertai patah tulang pada bagian dasar korakoid. Kondisi tersebut menjadi persoalan serius bagi seorang pembalap yang harus mengendalikan motor dalam kecepatan sangat tinggi. Stabilitas bahu sangat diperlukan ketika melakukan pengereman keras, mengubah arah motor, dan mempertahankan posisi tubuh selama menikung. Proses pemulihan cedera tersebut membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum struktur bahunya kembali cukup stabil. Namun, pemeriksaan berikutnya menemukan persoalan lain yang membuat kondisi Marquez jauh lebih kompleks dibandingkan perkiraan awal.
Masalah tambahan muncul akibat pergeseran fragmen tulang yang sebelumnya digunakan untuk membantu menstabilkan bahu Marquez. Kondisi itu kemudian memberikan tekanan terhadap saraf radial di lengan kanannya. Marquez masih sempat membalap, tetapi pada posisi tertentu ia dapat kehilangan kontrol atau sensasi pada lengannya. Gangguan tersebut turut dikaitkan dengan sejumlah kesulitan dan kecelakaan yang dialaminya pada awal musim 2026. Setelah tim medis mengetahui sumber persoalan, operasi kembali dilakukan pada Mei untuk mengatasi gangguan tersebut.
Operasi itu menjadi prosedur bedah ketujuh yang harus dijalani Marquez pada lengan dan bahu kanannya sejak mengalami cedera berat pada 2020. Rangkaian operasi meninggalkan perubahan nyata terhadap struktur otot di sekitar bahunya. Antuna menjelaskan Marquez sebenarnya tidak kehilangan otot secara keseluruhan, tetapi beberapa kelompok otot mengalami perubahan dan atrofi ringan setelah berbagai prosedur medis. Otot trisep, latissimus dorsi, teres major, hingga pectoralis major termasuk bagian yang terdampak. Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan menghasilkan tenaga pada lengan kanan tidak lagi seimbang dengan lengan kirinya.
Penurunan terbesar disebut terjadi pada kekuatan otot bisep. Antuna memperkirakan kapasitas lengan kanan Marquez sekarang berada di kisaran 50 persen, terutama apabila dilihat dari kemampuan menghasilkan kekuatan. Angka tersebut merupakan perkiraan kondisi fungsional dan bukan berarti Marquez hanya dapat menggunakan separuh lengannya dalam seluruh aktivitas. Pembalap berusia 33 tahun itu mempunyai kemampuan adaptasi yang sangat tinggi sehingga mampu mengompensasi sejumlah keterbatasan ketika berada di atas motor. Namun, secara medis, kondisi lengan tersebut dinilai tidak akan kembali sepenuhnya sama seperti lengan normal.
Keterbatasan itu terlihat jelas ketika Marquez mengunggah foto latihan yang memperlihatkan perbedaan bentuk otot di sekitar bahu kanan dan kiri. Foto tersebut kemudian memunculkan banyak pembahasan mengenai kondisi fisiknya yang sebenarnya selama menjalani MotoGP 2026. Marquez selama ini memang beberapa kali menyampaikan bahwa ia harus sangat berhati-hati mengelola kondisi tubuhnya, termasuk dalam menjalani latihan dan pemulihan. Ia juga membutuhkan fisioterapi secara rutin untuk mempertahankan fungsi bahu. Dengan jadwal MotoGP yang padat, pengelolaan kondisi fisik menjadi bagian penting agar cedera tidak kembali memburuk.
Menariknya, keterbatasan tersebut tidak membuat performa Marquez langsung merosot setelah kembali dari operasi. Setelah menjalani prosedur pada Mei, pembalap Ducati itu mampu memenangi empat balapan Grand Prix dalam enam seri berikutnya. Tiga kemenangan bahkan diraih pada sirkuit yang berjalan berlawanan arah jarum jam, yakni Balaton Park, Sachsenring, dan MotorLand Aragon. Karakter lintasan dengan dominasi tikungan kiri dinilai dapat mengurangi sebagian beban yang diterima bahu kanannya. Hasil-hasil tersebut membuat Marquez mampu memangkas ketertinggalan yang sebelumnya mencapai 102 poin menjadi hanya 19 poin dari pemimpin klasemen.
Mantan pembalap MotoGP Cal Crutchlow menilai kondisi tersebut membuat Marquez harus menjalani perebutan gelar dengan pendekatan berbeda. Ia tidak selalu dapat memaksakan kondisi tubuh pada setiap akhir pekan dan perlu menentukan momen terbaik untuk menyerang. Pengelolaan stamina sepanjang musim menjadi semakin penting karena keterbatasan bahu dapat terasa lebih berat ketika menjalani rangkaian balapan beruntun. Kemampuan Marquez membaca situasi serta menyesuaikan gaya balap dinilai menjadi salah satu alasan dirinya tetap mampu menghasilkan kemenangan. Pengalaman panjang di MotoGP turut membantunya mengompensasi keterbatasan yang secara fisik cukup signifikan.
Antuna bahkan menggambarkan tingkat keterbatasan Marquez dengan membandingkannya dengan kebutuhan atlet pada cabang olahraga lain. Menurutnya, kondisi lengan tersebut akan sangat menyulitkan apabila Marquez berkompetisi sebagai pemain tenis profesional karena olahraga itu menuntut penggunaan lengan secara berbeda. Marquez bahkan disebut mengalami kesulitan ketika memainkan padel. Namun, karakter mengendarai motor memungkinkan dirinya melakukan berbagai kompensasi melalui posisi tubuh, teknik, serta penggunaan bagian tubuh lainnya. Kemampuan adaptasi itulah yang membuat persentase kekuatan fisik tidak secara langsung mencerminkan kemampuan Marquez ketika berada di lintasan.
Kondisi lengan kanan tersebut kini menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan Marquez menghadapi sisa MotoGP 2026. Di satu sisi, secara medis kekuatan lengannya jauh dari kondisi ideal setelah tujuh operasi dan kecelakaan Mandalika yang memperburuk keadaan. Di sisi lain, hasil balapan menunjukkan pembalap Ducati itu masih mampu bersaing untuk kemenangan dan kembali mendekati puncak klasemen. Fokus berikutnya adalah menjaga kondisi bahu agar tetap stabil sekaligus menghindari cedera baru selama menjalani rangkaian balapan tersisa. Perjuangan Marquez musim ini pun bukan hanya mengenai mengejar gelar dunia, tetapi juga bagaimana ia terus beradaptasi dengan kondisi fisik yang telah berubah secara permanen.