Jakarta, 25 September 2026 – Pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, memberikan dukungan kepada Marc Marquez dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026. Acosta menilai pembalap Ducati Lenovo tersebut memiliki pengalaman yang dapat menjadi faktor penting ketika perebutan gelar memasuki fase akhir musim. Bahkan, pembalap asal Spanyol itu mengatakan dirinya berani mempertaruhkan uang untuk Marquez apabila harus memilih salah satu kandidat juara. Pernyataan tersebut muncul menjelang rangkaian balapan Asia yang akan dimulai di Jepang.
Persaingan gelar MotoGP 2026 memang masih terbuka setelah 15 seri. Jorge Martin saat ini berada di puncak klasemen dengan 306 poin, sedangkan Marquez mengikuti di posisi kedua dengan 294 angka. Marco Bezzecchi berada di urutan ketiga dengan 264 poin, sementara Acosta menempati posisi keempat. Dengan masih tersisanya sejumlah seri, perbedaan poin tersebut membuat perebutan gelar belum menghasilkan kepastian.
Acosta memilih Marquez terutama karena rekam jejak dan pengalamannya menghadapi tekanan dalam perebutan kejuaraan. Menurut Acosta, Marquez merupakan pembalap yang telah berkali-kali berada dalam situasi menentukan sepanjang kariernya. Kemampuan mengelola tekanan pada fase akhir musim dinilai menjadi salah satu modal besar pembalap berusia 33 tahun tersebut. Faktor itu pula yang membuat Acosta menyatakan akan memilih Marquez apabila diminta memasang taruhan mengenai juara MotoGP musim ini.
Marquez sendiri datang ke rangkaian balapan Asia dengan selisih hanya 12 poin dari Martin. Pembalap Ducati tersebut sebelumnya sempat tertinggal lebih dari 100 poin, tetapi berhasil memangkas jarak melalui peningkatan performa pada beberapa seri terakhir. Ia bahkan sempat mengambil alih puncak klasemen setelah MotoGP Aragon sebelum persaingan kembali berubah. Situasi tersebut menunjukkan bahwa momentum perebutan gelar masih dapat bergeser dalam setiap akhir pekan balapan.
Martin tetap menjadi pemimpin klasemen setelah finis kedua pada MotoGP Austria. Pembalap Aprilia itu mengumpulkan 306 poin setelah balapan di Red Bull Ring, sementara Marquez berada 12 angka di belakang setelah menyelesaikan balapan pada posisi kelima. Bezzecchi juga belum keluar dari persaingan karena berada 42 poin dari puncak. Dengan kondisi tersebut, tiga pembalap teratas masih memiliki peluang matematis besar dalam rangkaian seri berikutnya.
Acosta sendiri sedang berada dalam momentum positif setelah meraih kemenangan perdananya di kelas utama pada MotoGP Austria 2026. Pembalap berusia 22 tahun itu tampil impresif dengan mengambil alih pimpinan balapan dari Martin pada lap kesembilan sebelum mempertahankannya hingga finis. Kemenangan tersebut juga menjadi hasil penting bagi KTM karena diraih di Red Bull Ring yang merupakan balapan kandang pabrikan Austria itu. Acosta kini semakin mendekati kelompok teratas klasemen meskipun masih tertinggal cukup jauh dari Martin.
Menariknya, Marquez justru tidak mengesampingkan peluang Acosta untuk ikut terlibat dalam perebutan gelar. Setelah balapan Austria, Marquez mengingatkan bahwa dirinya sendiri pernah memangkas ketertinggalan lebih dari 100 poin dalam tujuh seri. Karena itu, ia menilai Acosta yang kini berjarak 72 poin dari pemimpin klasemen masih berada dalam persaingan secara matematis. Acosta, di sisi lain, tetap memilih Marquez ketika ditanya mengenai pembalap yang diyakininya mampu mengakhiri musim sebagai juara.
Hubungan antara Marquez dan Acosta juga menjadi perhatian karena keduanya akan menjadi rekan satu tim di Ducati mulai MotoGP 2027. Marquez bahkan mengungkapkan dirinya mendukung keputusan Ducati merekrut Acosta dan menilai pembalap muda tersebut memiliki kemampuan untuk mengalahkannya. Acosta akan meninggalkan KTM setelah musim 2026 dan bergabung dengan tim pabrikan Ducati untuk dua musim berikutnya. Persaingan mereka pada akhir musim ini karena itu menjadi menarik sebelum keduanya berbagi garasi pada tahun depan.
MotoGP 2026 selanjutnya memasuki rangkaian seri Asia dengan MotoGP Jepang di Mobility Resort Motegi pada 2–4 Oktober. Setelah Jepang, persaingan akan berlanjut melalui sejumlah balapan yang menyediakan banyak poin bagi para kandidat juara. Marquez memiliki pengalaman kuat menghadapi fase penentuan kejuaraan, tetapi Martin masih memegang keuntungan sebagai pemimpin klasemen. Bezzecchi dan Acosta juga tetap memiliki peluang selama secara matematis masih dapat mengejar perolehan poin para pembalap di depan mereka.
Dukungan Acosta kepada Marquez pada akhirnya merupakan penilaiannya sebagai sesama pembalap, bukan kepastian mengenai hasil kejuaraan. Martin masih memimpin dengan 306 poin dan Marquez membuntuti dengan 294 poin, sementara masih banyak poin tersedia pada seri tersisa. Acosta menempatkan pengalaman Marquez sebagai alasan utama pilihannya menjelang fase krusial musim. Persaingan sesungguhnya akan kembali diuji ketika para pembalap memulai rangkaian Asia di Motegi pada awal Oktober.