Jakarta, 29 September 2026 –
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada perdagangan Selasa (29/9/2026). IHSG ditutup turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke level 6.121,70, melanjutkan tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak cukup volatil dan sempat turun hingga mendekati level psikologis 6.000. Namun, tekanan berangsur mereda sehingga IHSG mampu memangkas sebagian penurunan menjelang penutupan.
Pergerakan IHSG berlangsung fluktuatif sejak awal perdagangan. Indeks sempat menyentuh posisi terendah sekitar 6.013 sebelum kemudian berbalik dan mencapai level tertinggi 6.150,55. Posisi penutupan di 6.121,70 menunjukkan indeks berhasil menjauh dari titik terendah intraday, meskipun belum mampu kembali ke zona positif. Sehari sebelumnya, IHSG juga telah mengalami koreksi 1,51 persen dan ditutup di level 6.147,86.
Aktivitas transaksi saham pada perdagangan hari ini tetap berlangsung tinggi. Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun pada penutupan, nilai transaksi mencapai sekitar Rp13 triliun dengan volume sekitar 36 miliar saham. Sebanyak 315 saham tercatat menguat, 391 saham melemah, dan 257 saham bergerak stagnan berdasarkan data penutupan yang dilaporkan. Kondisi tersebut memperlihatkan tekanan jual masih terjadi pada cukup banyak saham meskipun IHSG berhasil pulih dari posisi terendahnya.
Sejumlah indeks utama lainnya juga bergerak melemah. Indeks LQ45 turun sekitar 0,60 persen ke level 608, sementara Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,55 persen ke 363. IDX30 turut terkoreksi 0,57 persen ke level 337, sedangkan MNC36 turun sekitar 0,07 persen menjadi 265. Pelemahan sejumlah indeks tersebut memperlihatkan tekanan tidak hanya terjadi pada indeks komposit, tetapi juga menjangkau kelompok saham berkapitalisasi besar dan likuid.
Dari kelompok saham LQ45, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu pemberat setelah turun 13,95 persen ke Rp37. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terkoreksi 4,95 persen menjadi Rp11.050, sedangkan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melemah 4,63 persen menjadi Rp2.470. Di sisi lain, beberapa saham masih mampu menguat, termasuk United Tractors (UNTR), Indosat (ISAT), dan XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL).
Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi bersamaan dengan sejumlah sentimen eksternal maupun domestik. Pelemahan rupiah, tingginya harga minyak, kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta pergerakan pasar global menjadi beberapa faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Dari dalam negeri, perubahan batas minimum harga saham menjadi Rp1 juga menjadi perhatian setelah mulai memengaruhi dinamika sejumlah saham yang sebelumnya berada di sekitar batas Rp50. Faktor-faktor tersebut membuat volatilitas perdagangan meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Dengan penutupan di level 6.121,70, IHSG masih bertahan di atas level 6.000 setelah sempat mendekatinya pada perdagangan intraday. Pergerakan berikutnya akan dipengaruhi respons investor terhadap perkembangan rupiah, harga komoditas energi, arus dana asing, serta sentimen dari pasar global. Setelah mengalami koreksi dalam beberapa sesi terakhir, pelaku pasar juga akan mencermati kemampuan IHSG mempertahankan area 6.000 sebagai salah satu level yang banyak diperhatikan. Volatilitas masih berpotensi berlanjut selama tekanan eksternal dan domestik belum mereda.