Jakarta, 13 Mei 2026 – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pihak imigrasi di Bali untuk memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing di tengah meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Pulau Dewata. Permintaan tersebut disampaikan menyusul tingginya aktivitas pariwisata internasional yang dinilai perlu diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap izin tinggal dan aktivitas turis asing.
Anggota DPR menilai Bali sebagai destinasi wisata dunia memiliki daya tarik besar bagi wisatawan internasional, namun kondisi tersebut juga berpotensi memunculkan berbagai pelanggaran keimigrasian apabila pengawasan tidak dilakukan secara optimal. Karena itu, aparat imigrasi diminta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaku industri pariwisata.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bali memang mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asing seiring pulihnya sektor pariwisata global. Tingginya arus wisatawan memberikan dampak positif terhadap ekonomi daerah, mulai dari sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga usaha kecil masyarakat lokal. Namun di sisi lain, muncul pula sejumlah kasus yang melibatkan warga negara asing terkait pelanggaran aturan keimigrasian maupun ketertiban umum.
DPR menekankan bahwa pengawasan bukan berarti menghambat sektor pariwisata, melainkan memastikan seluruh wisatawan mematuhi aturan hukum dan menghormati budaya lokal selama berada di Indonesia. Pemerintah dinilai perlu menjaga keseimbangan antara kenyamanan wisatawan dan ketertiban sosial di daerah tujuan wisata internasional seperti Bali.
Pihak imigrasi disebut telah melakukan berbagai langkah pengawasan, termasuk pemeriksaan dokumen, patroli rutin, hingga penindakan terhadap warga asing yang terbukti melanggar izin tinggal. Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas usaha ilegal yang dilakukan wisatawan asing juga menjadi perhatian aparat dalam beberapa waktu terakhir.
Pengamat pariwisata menilai Bali membutuhkan sistem pengawasan yang lebih modern dan terintegrasi mengingat jumlah wisatawan asing yang terus meningkat setiap tahun. Pemanfaatan teknologi digital serta kerja sama lintas instansi dianggap penting untuk mendeteksi potensi pelanggaran secara lebih cepat dan efektif.
Masyarakat Bali sendiri berharap sektor pariwisata tetap berkembang tanpa mengganggu ketertiban sosial dan budaya lokal. Banyak pihak menilai wisatawan asing yang datang ke Bali pada dasarnya memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi daerah, namun seluruh pihak tetap harus mematuhi aturan yang berlaku selama berada di Indonesia.
DPR berharap penguatan pengawasan keimigrasian dapat menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata internasional yang aman, nyaman, dan tertib. Dengan pengelolaan yang baik, sektor pariwisata Bali diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan sekaligus tetap menghormati hukum dan budaya masyarakat setempat.