Jakarta, 20 September 2026 – Demam tinggi menjadi salah satu kondisi yang dapat muncul ketika anak mengalami influenza A, terutama pada fase awal infeksi. Ketika suhu tubuh anak meningkat, sebagian orang tua masih mempertanyakan apakah kompres dingin atau hangat yang lebih tepat digunakan untuk membantu membuat anak nyaman. Secara umum, kompres menggunakan air hangat atau suam-suam kuku lebih dianjurkan dibandingkan kompres dengan air yang sangat dingin atau es. Tujuan kompres bukan untuk menurunkan suhu tubuh secara drastis, melainkan membantu meningkatkan kenyamanan anak selama mengalami demam. Penanganan juga perlu disertai pemantauan kondisi umum karena tingkat keparahan penyakit tidak dapat dinilai hanya berdasarkan angka suhu tubuh.
Influenza A merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan dapat menyerang anak maupun orang dewasa. Pada anak, keluhan dapat muncul berupa demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, serta penurunan nafsu makan. Suhu tubuh dalam beberapa kasus dapat meningkat cukup tinggi sehingga membuat anak terlihat lemas dan tidak nyaman. Kondisi tersebut merupakan bagian dari respons sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi infeksi. Meski demikian, orang tua tetap perlu memperhatikan gejala lain yang menyertai demam karena perjalanan penyakit dapat berbeda pada setiap anak.
Penggunaan kompres yang terlalu dingin atau es tidak dianjurkan sebagai cara rutin mengatasi demam. Paparan suhu yang sangat dingin dapat membuat pembuluh darah di permukaan kulit menyempit dan memicu anak menggigil, sehingga justru meningkatkan rasa tidak nyaman. Sebaliknya, air hangat atau suam-suam kuku dapat digunakan secara lembut apabila tindakan tersebut membuat anak merasa lebih nyaman. Kompres dapat ditempatkan pada beberapa bagian tubuh tanpa menggunakan air yang terlalu panas. Apabila anak merasa semakin tidak nyaman ketika dikompres, tindakan tersebut tidak perlu dipaksakan karena menjaga kenyamanan tetap menjadi tujuan utamanya.
Selain kompres, kecukupan cairan menjadi perhatian penting ketika anak mengalami demam akibat influenza A. Demam dapat meningkatkan kehilangan cairan tubuh, sedangkan kondisi anak yang sedang sakit terkadang membuat asupan minum berkurang. Orang tua dapat memberikan cairan secara bertahap dan lebih sering serta memperhatikan tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering, frekuensi buang air kecil berkurang, atau anak terlihat sangat lemas. Pakaian yang digunakan sebaiknya nyaman dan tidak terlalu tebal agar panas tubuh tidak terperangkap. Anak juga membutuhkan waktu istirahat yang cukup selama proses pemulihan.
Obat penurun demam dapat dipertimbangkan terutama apabila demam membuat anak merasa tidak nyaman, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan usia, berat badan, kondisi kesehatan, dan petunjuk tenaga kesehatan atau aturan penggunaan obat. Parasetamol merupakan salah satu obat yang umum digunakan pada anak, sementara ibuprofen dapat digunakan pada kondisi tertentu sesuai usia dan kondisi anak. Aspirin tidak dianjurkan diberikan kepada anak atau remaja yang mengalami infeksi virus karena berkaitan dengan risiko komplikasi serius. Orang tua juga perlu berhati-hati menggunakan obat flu kombinasi karena beberapa produk dapat mengandung bahan aktif yang sama dengan obat penurun demam lainnya. Pemberian obat secara bersamaan tanpa memeriksa kandungannya berisiko menyebabkan dosis berlebihan.
Perhatian khusus diperlukan apabila demam tinggi disertai perubahan kondisi anak yang mencolok. Kesulitan bernapas, napas cepat, bibir atau wajah tampak kebiruan, kejang, kesadaran menurun, anak sulit dibangunkan, tanda dehidrasi berat, atau kondisi yang sempat membaik kemudian kembali memburuk merupakan tanda yang membutuhkan pemeriksaan medis segera. Bayi berusia di bawah tiga bulan dengan suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih juga perlu segera mendapatkan penilaian tenaga kesehatan. Pada anak yang memiliki penyakit kronis atau kondisi yang meningkatkan risiko komplikasi influenza, konsultasi medis sejak awal menjadi lebih penting. Dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan maupun pengobatan lebih lanjut berdasarkan kondisi anak.
Dengan demikian, ketika anak mengalami demam tinggi akibat influenza A, kompres hangat atau suam-suam kuku lebih tepat digunakan daripada kompres dingin atau es apabila kompres memang membantu membuat anak nyaman. Namun, kompres hanya merupakan tindakan pendukung dan bukan pengobatan utama untuk influenza maupun satu-satunya cara menangani demam. Pemenuhan cairan, istirahat, penggunaan obat secara tepat, serta pengawasan terhadap perubahan kondisi anak tetap menjadi bagian penting selama masa pemulihan. Orang tua juga tidak perlu memaksakan kompres apabila anak menggigil atau merasa tidak nyaman saat melakukannya. Pemeriksaan tenaga kesehatan perlu segera dilakukan apabila muncul tanda bahaya atau kondisi anak terus memburuk meskipun perawatan awal telah diberikan.