Jakarta, 4 November 2026 – Perjuangan dua wakil Indonesia di sektor tunggal putra Korea Open 2026 harus berakhir lebih cepat setelah Moh Zaki Ubaidillah dan Muhammad Yusuf sama-sama tersingkir pada babak 32 besar. Kedua pebulu tangkis tersebut mengalami kekalahan dalam pertandingan yang berlangsung di Jinnam Stadium, Yeosu, Korea Selatan, Rabu (4/11/2026). Moh Zaki Ubaidillah yang akrab disapa Ubed harus mengakui keunggulan pemain Jepang, Yushi Tanaka, melalui dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 17-21. Sementara itu, Muhammad Yusuf gagal mempertahankan keunggulan setelah dikalahkan wakil tuan rumah, Kim Hae Deun, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-17, 12-21, dan 14-21. Hasil tersebut memastikan keduanya tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju babak 16 besar turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 tersebut. Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi sektor tunggal putra Indonesia yang menghadapi persaingan ketat sejak pertandingan pembuka.
Moh Zaki Ubaidillah sebenarnya mengawali pertandingan melawan Yushi Tanaka dengan permainan menyerang yang cukup menjanjikan. Pebulu tangkis muda Indonesia tersebut mampu memberikan tekanan melalui penempatan bola dan variasi serangan yang membuat lawannya beberapa kali kehilangan kesempatan mengembangkan permainan. Ubed bahkan sempat memimpin dengan skor 10-8 pada gim pertama setelah berhasil memanfaatkan sejumlah peluang untuk mendapatkan poin. Namun, situasi mulai berubah ketika Tanaka meningkatkan konsistensi permainan dan memperbaiki penguasaan area lapangan. Wakil Jepang tersebut berhasil membalikkan keadaan dengan mengendalikan tempo pertandingan serta memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Ubed. Setelah kehilangan momentum pada pertengahan gim, Ubed kesulitan mengejar ketertinggalan hingga akhirnya harus menyerahkan gim pertama dengan skor 13-21.
Memasuki gim kedua, Ubed berusaha memperbaiki penampilan dengan meningkatkan intensitas serangan dan menjaga reli agar tidak mudah dikuasai lawan. Namun, Tanaka kembali menunjukkan permainan stabil yang membuat wakil Indonesia harus bekerja keras untuk mengejar perolehan angka. Ubed sempat tertinggal cukup jauh sebelum perlahan memperkecil selisih melalui sejumlah serangan yang lebih terarah. Perjuangannya membuahkan hasil ketika mampu menyamakan kedudukan menjadi 14-14 dan membuka peluang untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan. Sayangnya, momentum tersebut tidak berhasil dipertahankan karena Tanaka kembali tampil lebih efektif pada fase akhir pertandingan. Pemain Jepang itu mengumpulkan poin penting dalam situasi krusial dan akhirnya menutup gim kedua dengan kemenangan 21-17. Kekalahan dua gim langsung tersebut memastikan langkah Ubed terhenti pada babak pertama sekaligus membawa Tanaka melaju ke babak 16 besar.
Nasib serupa dialami Muhammad Yusuf ketika menghadapi Kim Hae Deun yang mendapatkan keuntungan bermain di hadapan pendukung tuan rumah. Berbeda dengan Ubed, Yusuf sebenarnya mampu mengawali pertandingan dengan hasil positif setelah memenangkan gim pertama melalui skor 21-17. Permainan yang lebih terkontrol membuat Yusuf berhasil mengimbangi tekanan lawan sekaligus menciptakan peluang untuk mengumpulkan angka pada momen penting. Keunggulan tersebut memberikan kesempatan bagi wakil Indonesia untuk menyelesaikan pertandingan dalam dua gim apabila mampu mempertahankan konsistensi. Namun, Kim Hae Deun menunjukkan peningkatan performa pada gim kedua dengan mempercepat tempo permainan dan menekan pertahanan Yusuf. Wakil Korea Selatan itu berhasil mengambil kendali pertandingan hingga memenangkan gim kedua dengan skor 21-12. Hasil tersebut membuat pertandingan harus dilanjutkan ke gim ketiga untuk menentukan pemain yang berhak melangkah ke babak berikutnya.
Pada gim penentuan, Muhammad Yusuf berusaha mengembalikan ritme permainan yang sebelumnya membawanya meraih kemenangan pada gim pembuka. Namun, Kim Hae Deun tampil semakin percaya diri setelah berhasil menyamakan kedudukan dan memperoleh dukungan dari penonton tuan rumah. Tekanan yang diberikan pemain Korea Selatan tersebut membuat Yusuf kesulitan mengembangkan pola serangan secara konsisten. Sejumlah reli menjadi kesempatan bagi kedua pemain untuk memperebutkan poin, tetapi Kim mampu menunjukkan efektivitas lebih baik dalam penyelesaian permainan. Yusuf berusaha mempertahankan peluang dengan mengurangi kesalahan dan mencari celah dalam pertahanan lawan, meskipun selisih angka terus menjadi tantangan. Pada akhirnya, Kim Hae Deun berhasil mengamankan gim ketiga dengan skor 21-14 sekaligus memastikan kemenangan 2-1. Kekalahan tersebut membuat Yusuf harus mengakhiri perjuangannya di Korea Open 2026 meskipun sempat menunjukkan penampilan menjanjikan pada awal pertandingan.
Tersingkirnya Ubed dan Muhammad Yusuf memberikan gambaran mengenai ketatnya persaingan sektor tunggal putra dalam turnamen internasional. Korea Open 2026 menghadirkan sejumlah pemain berpengalaman dari negara-negara yang memiliki tradisi kuat dalam olahraga bulu tangkis, termasuk Jepang, Korea Selatan, China, dan Taiwan. Setiap pertandingan menuntut kemampuan menjaga konsistensi sejak awal hingga akhir karena perubahan momentum dapat terjadi dalam waktu singkat. Pengalaman Ubed yang kehilangan keunggulan pada gim pertama dan gagal memanfaatkan kedudukan imbang pada gim kedua menunjukkan pentingnya efektivitas permainan ketika memasuki fase penentuan. Sementara itu, kekalahan Yusuf setelah memenangkan gim pembuka memperlihatkan bagaimana perubahan strategi lawan dapat memengaruhi jalannya pertandingan secara keseluruhan. Kedua hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemain dan tim pelatih dalam mempersiapkan pertandingan berikutnya. Peningkatan ketahanan fisik, pengendalian tempo, serta ketepatan pengambilan keputusan menjadi sejumlah aspek yang relevan untuk diperhatikan dalam menghadapi persaingan tingkat internasional.
Di tengah kegagalan dua wakil tersebut, Indonesia masih memiliki sejumlah pemain lain yang berjuang dalam Korea Open 2026. Sektor tunggal putra juga diperkuat Alwi Farhan, Anthony Sinisuka Ginting, Prahdiska Bagas Shujiwo, dan Richie Duta Richardo yang menghadapi lawan masing-masing pada fase awal turnamen. Kehadiran para pemain tersebut memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk tetap bersaing memperebutkan tempat pada babak berikutnya. Selain tunggal putra, wakil Indonesia juga tampil pada sektor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran dengan menghadapi persaingan yang tidak kalah ketat. Pasangan ganda putri Isyana Syahira Meida dan Rinjani Kwinnara Nastine telah memastikan tempat di babak 16 besar setelah menjalani pertandingan pada hari pertama turnamen. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu hasil positif bagi kontingen Indonesia di tengah tantangan yang dihadapi sejumlah pemain lainnya. Perkembangan pertandingan berikutnya akan menentukan seberapa jauh wakil Merah Putih mampu mempertahankan peluang dalam turnamen yang berlangsung pada 3 hingga 8 November 2026.
Hasil babak 32 besar Korea Open 2026 memastikan Moh Zaki Ubaidillah dan Muhammad Yusuf harus menghentikan perjuangan lebih awal setelah mengalami kekalahan dari Yushi Tanaka dan Kim Hae Deun. Ubed tersingkir melalui pertandingan dua gim langsung, sedangkan Yusuf harus menyerah setelah menjalani duel tiga gim yang berlangsung lebih panjang. Kedua pemain sebenarnya sempat memperlihatkan kemampuan memberikan perlawanan, tetapi belum mampu menjaga konsistensi ketika menghadapi tekanan pada fase penting pertandingan. Bagi Ubed dan Yusuf, pengalaman menghadapi lawan internasional dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan serta evaluasi terhadap aspek teknis dan mental bertanding. Sementara itu, perhatian publik bulu tangkis Indonesia kini beralih kepada para pemain lain yang masih melanjutkan perjuangan menuju babak 16 besar dan fase berikutnya. Tim Indonesia masih memiliki kesempatan mencatatkan hasil positif melalui sektor-sektor yang belum menyelesaikan pertandingan. Dengan persaingan yang semakin ketat, kemampuan menjaga performa dan memanfaatkan setiap peluang akan menjadi faktor penting dalam menentukan pencapaian wakil Merah Putih sepanjang Korea Open 2026.