Jakarta, 28 September 2026 –
Kontingen Indonesia masih bertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara perolehan medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada Senin (28/9/2026). Berdasarkan pembaruan yang tersedia menjelang siang, Merah Putih mengoleksi 24 medali yang terdiri atas dua emas, lima perak, dan 17 perunggu. Indonesia berada tepat satu tingkat di atas Singapura yang menempati posisi ke-15. Kedua negara sama-sama memiliki dua emas dan lima perak, tetapi Indonesia unggul jauh dalam jumlah medali perunggu.
Singapura mengumpulkan dua emas, lima perak, dan tiga perunggu atau total 10 medali. Dengan jumlah emas dan perak yang identik, 17 medali perunggu Indonesia menjadi pembeda dalam penentuan posisi kedua negara. Persaingan tersebut membuat posisi Indonesia belum sepenuhnya aman karena perubahan dapat terjadi ketika pertandingan berbagai cabang olahraga kembali menghasilkan medali sepanjang Senin. Merah Putih karena itu masih membutuhkan tambahan emas untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Tambahan terbaru Indonesia sebelumnya datang dari cabang esports nomor Pokémon UNITE. Deni Ardiyanto, Judha Raja Panggabean, Marcello Hillers, Muhammad Haikal Irawan, dan Novrizal Diananta Said mempersembahkan medali perak setelah menembus pertandingan final. Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah Jepang dengan skor 1-3 dalam perebutan medali emas. Tambahan satu perak tersebut membuat koleksi Indonesia menjadi lima medali perak.
Dua medali emas Indonesia sejauh ini berasal dari bulu tangkis beregu putra dan angkat besi. Rahmat Erwin Abdullah menjadi penyumbang emas dari angkat besi, sementara tim bulu tangkis putra berhasil mencapai podium tertinggi setelah melewati pertandingan ketat pada nomor beregu. Cabang bulu tangkis juga masih memberikan peluang tambahan medali dari nomor perorangan. Dengan kompetisi yang masih berlangsung, komposisi medali Indonesia masih berpotensi berubah hingga pertandingan hari ini selesai.
Di antara negara-negara Asia Tenggara, Thailand sementara menjadi kontingen dengan posisi tertinggi. Thailand berada di peringkat keenam dengan sembilan emas, tujuh perak, dan 10 perunggu. Malaysia juga tampil kuat dengan menempati posisi ke-10 berkat enam emas, dua perak, dan delapan perunggu. Indonesia berada di bawah kedua negara tersebut, tetapi masih unggul atas Singapura dan Filipina dalam urutan klasemen sementara.
Persaingan di papan atas masih didominasi China yang mengoleksi 119 emas, 48 perak, dan 38 perunggu atau total 205 medali pada pembaruan pagi hari. Tuan rumah Jepang mengikuti di posisi kedua dengan 37 emas, 62 perak, dan 58 perunggu, sedangkan Korea Selatan berada di peringkat ketiga dengan 21 emas. Uzbekistan dan Kazakhstan melengkapi lima besar. Dominasi China membuat jarak perolehan emas dengan negara-negara pesaing tetap sangat lebar memasuki pekan lanjutan Asian Games 2026.
Posisi Indonesia di peringkat ke-14 masih dapat bergerak karena sejumlah pertandingan yang melibatkan atlet Merah Putih berlangsung pada Senin. Fokus utama kontingen kini bukan hanya menjaga keunggulan atas Singapura, tetapi juga mengejar negara-negara yang berada di atasnya, terutama Chinese Taipei dan India. Tambahan medali emas akan memiliki pengaruh terbesar terhadap posisi Indonesia karena klasemen ditentukan berdasarkan jumlah emas terlebih dahulu, kemudian perak dan perunggu. Dengan Asian Games 2026 masih berlangsung, persaingan perolehan medali diperkirakan terus berubah hingga seluruh nomor pertandingan selesai.