Jakarta, 31 Agustus 2026 – Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers selangkah lagi meninggalkan FC Twente dan memulai lembaran baru bersama sesama klub Eredivisie, SC Heerenveen. Kedua klub dilaporkan telah mencapai kesepakatan mengenai transfer pemain berusia 25 tahun tersebut menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2026. Proses kepindahan kini tinggal menunggu pemeriksaan medis sebelum Hilgers menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun yang akan mengikatnya bersama Heerenveen hingga pertengahan 2029. Kepindahan ini menjadi perkembangan penting setelah masa depan Hilgers di FC Twente sempat mengalami ketidakpastian dalam beberapa waktu terakhir. Jika seluruh proses berjalan lancar, Hilgers akan segera memiliki kesempatan untuk membangun kembali kariernya di lingkungan baru.
Rencana transfer tersebut sekaligus menjadi jalan keluar bagi Hilgers setelah melewati periode yang cukup sulit di FC Twente. Persoalan mengenai kontrak membuat hubungan antara pemain dan klub sempat mengalami ketegangan, termasuk ketika Hilgers tidak lagi menjadi bagian utama dari skuad. Situasi tersebut kemudian semakin rumit setelah rencana kepindahannya ke klub Prancis, Stade Brest, gagal terwujud karena keterbatasan waktu untuk menyelesaikan proses administrasi dan pemeriksaan medis. Setelah itu, Hilgers mengalami cedera ligamen lutut anterior atau ACL yang membuatnya harus menjalani masa pemulihan panjang. Kondisi tersebut membuat musim sebelumnya menjadi periode yang berat karena ia kehilangan kesempatan tampil dalam pertandingan resmi.
Cedera tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan Hilgers selama berada di FC Twente. Bek yang berkembang melalui akademi klub tersebut harus menjalani proses rehabilitasi sebelum akhirnya kembali berlatih secara bertahap. Dalam perkembangan terbaru, Hilgers telah kembali menjalani latihan dan memasuki tahap akhir pemulihan setelah cedera lutut yang dialaminya. Ia disebut sudah berlatih penuh dalam kelompok kecil, meskipun belum berada dalam kondisi siap untuk langsung tampil dalam pertandingan kompetitif. Kondisi lututnya juga akan menjadi salah satu perhatian utama dalam pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim Heerenveen. Pemeriksaan tersebut menjadi tahapan penting sebelum kesepakatan transfer dapat diselesaikan secara resmi.
Bagi Heerenveen, kedatangan Hilgers menjadi upaya untuk memperkuat sektor pertahanan dengan pemain yang telah memiliki pengalaman cukup panjang di Eredivisie. Hilgers bukan pemain yang asing dengan kompetisi kasta tertinggi Belanda karena sebagian besar karier profesionalnya dijalani bersama FC Twente. Ia menembus tim utama klub tersebut sejak 2020 setelah sebelumnya menempuh pendidikan sepak bola di akademi Twente. Selama berada di Enschede, Hilgers mencatatkan lebih dari 100 penampilan bersama tim utama dan berkembang menjadi salah satu pemain yang memiliki pengalaman menghadapi persaingan di level profesional Belanda. Pengalaman tersebut menjadi modal yang dapat dibawa ke Heerenveen ketika proses kepindahannya telah rampung.
Kepindahan ke Heerenveen juga membuka peluang bagi Hilgers untuk kembali memperoleh menit bermain secara bertahap setelah lama absen. Salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapinya bukan hanya beradaptasi dengan klub baru, tetapi juga memastikan kondisi fisiknya benar-benar siap setelah menjalani rehabilitasi cedera ACL. Proses tersebut kemungkinan membutuhkan pendekatan yang hati-hati karena pemulihan dari cedera ligamen lutut membutuhkan pengelolaan kondisi fisik secara berkelanjutan. Hilgers tidak harus langsung memaksakan diri untuk tampil penuh sejak awal karena prioritas utama adalah memastikan kebugarannya kembali stabil. Dengan persiapan yang tepat, lingkungan baru di Heerenveen dapat menjadi kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan diri dan ritme pertandingan.
Heerenveen juga bukan klub yang sepenuhnya asing bagi publik sepak bola Indonesia. Sebelumnya, gelandang Timnas Indonesia Thom Haye pernah memperkuat klub tersebut dan menjadi salah satu pemain Indonesia yang memiliki pengalaman bersama Heerenveen. Kehadiran Hilgers nantinya akan menambah keterkaitan antara klub asal Friesland itu dengan pemain Indonesia. Bagi Hilgers sendiri, bergabung dengan klub yang pernah menjadi tempat bermain pemain Indonesia dapat memberikan konteks tersendiri dalam perjalanan kariernya. Namun, tantangan yang sebenarnya tetap berada di lapangan karena ia harus menunjukkan kemampuan untuk bersaing mendapatkan posisi di lini belakang.
Dari perspektif Timnas Indonesia, kepindahan tersebut juga dapat menjadi perkembangan positif apabila Hilgers mampu kembali mencapai kondisi terbaiknya. Bek tengah merupakan salah satu posisi yang membutuhkan konsistensi karena pemain harus memiliki kebugaran, ketenangan, kemampuan membaca permainan, serta komunikasi yang kuat dengan rekan setim. Masa pemulihan yang panjang membuat Hilgers kehilangan kesempatan tampil dalam sejumlah pertandingan, sehingga kembalinya ia ke kompetisi resmi akan menjadi proses yang perlu dipantau. Bermain secara reguler di level klub dapat membantu meningkatkan kembali ritme pertandingan sebelum menjalani agenda internasional. Namun, keputusan mengenai keterlibatannya dalam pertandingan tim nasional tetap akan bergantung pada kondisi fisik dan performanya setelah kembali bertanding.
Kepindahan ini sekaligus menutup satu babak panjang dalam perjalanan Hilgers bersama FC Twente. Ia sempat menghadapi persoalan kontrak, gagal pindah ke Prancis, mengalami cedera serius, serta harus menjalani masa pemulihan yang membuat kariernya terhenti untuk sementara. Bahkan, kontraknya bersama Twente yang semula akan berakhir mengalami perpanjangan otomatis selama satu musim karena persoalan administratif. Situasi tersebut membuat kepindahan ke Heerenveen menjadi solusi bagi berbagai pihak, terutama setelah hubungan kerja antara pemain dan klub tidak lagi mengarah pada masa depan jangka panjang. Kini, kesempatan untuk memulai kembali terbuka di klub yang masih berada dalam kompetisi Eredivisie.
Mees Hilgers kini hanya tinggal melewati satu tahapan penting sebelum benar-benar mengenakan seragam SC Heerenveen, yakni tes medis. Setelah dinyatakan lolos, ia diproyeksikan menandatangani kontrak tiga tahun dan melanjutkan kariernya di Friesland hingga 2029. Kepindahan tersebut menjadi kesempatan bagi Hilgers untuk meninggalkan periode sulit di FC Twente sekaligus membangun kembali karier setelah cedera panjang. Tantangan berikutnya adalah mengembalikan kebugaran, mendapatkan menit bermain, dan menunjukkan bahwa dirinya masih mampu menjadi bagian penting dari persaingan di Eredivisie. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, transfer ini bukan sekadar perpindahan klub, tetapi juga menjadi awal perjalanan baru bagi Hilgers untuk kembali menemukan performa terbaiknya dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain Indonesia yang berkarier di level tertinggi sepak bola Belanda.