Semarang, 12 Oktober 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan bahwa sebanyak 490 siswa berpartisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan Bahasa Jawa sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah. Keikutsertaan ratusan pelajar menunjukkan adanya ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan berbahasa melalui kegiatan yang kreatif dan edukatif. Festival ini juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan sastra serta tradisi lisan Jawa kepada peserta didik. Melalui penyelenggaraan FTBI, pemerintah berupaya menjaga keberlangsungan penggunaan bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.
Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan salah satu kegiatan yang mendukung program revitalisasi bahasa daerah. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan penggunaan bahasa ibu, khususnya di kalangan generasi muda yang menghadapi perubahan kebiasaan komunikasi. Bahasa Jawa memiliki kekayaan kosakata, tata bahasa, serta nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, perubahan lingkungan sosial dan perkembangan teknologi dapat memengaruhi kebiasaan anak dalam menggunakan bahasa daerah. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan berbasis budaya menjadi salah satu pendekatan untuk menjaga keberlanjutan bahasa tersebut.
Sebanyak 490 siswa yang mengikuti FTBI Jawa Tengah menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pelestarian Bahasa Jawa melalui jalur pendidikan. Partisipasi peserta didik memberikan kesempatan untuk menunjukkan keterampilan berbahasa dalam berbagai bentuk kegiatan. Festival bahasa daerah umumnya menghadirkan aktivitas yang berkaitan dengan kemampuan berbicara, membaca, menulis, dan mengekspresikan karya sastra. Kegiatan tersebut dapat membantu siswa memahami bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas budaya. Pengalaman mengikuti festival diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan Bahasa Jawa.
Kemendikdasmen menempatkan pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari upaya menjaga keberagaman budaya Indonesia. Bahasa ibu memiliki peranan penting dalam membentuk hubungan sosial dan memperkenalkan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda. Melalui bahasa daerah, berbagai pengetahuan tradisional, cerita rakyat, serta norma masyarakat dapat diwariskan kepada anak-anak. Kehilangan kebiasaan menggunakan bahasa daerah berpotensi mengurangi keterhubungan generasi muda dengan warisan budaya setempat. Karena itu, pendidikan memiliki tanggung jawab penting dalam memperkenalkan sekaligus mempertahankan kekayaan bahasa tersebut.
Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah yang memiliki tradisi penggunaan Bahasa Jawa dalam kehidupan masyarakat. Bahasa tersebut digunakan dalam berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, kegiatan sosial, hingga aktivitas kebudayaan. Bahasa Jawa juga memiliki ragam tutur yang mencerminkan hubungan sosial dan tata krama dalam masyarakat. Pembelajaran mengenai penggunaan bahasa yang sesuai dengan situasi komunikasi dapat membantu siswa memahami nilai kesopanan dan penghormatan terhadap orang lain. Melalui kegiatan FTBI, pemahaman tersebut dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih menarik bagi peserta didik.
Pelaksanaan festival bahasa daerah juga memberikan kesempatan bagi sekolah dan guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif. Pembelajaran Bahasa Jawa tidak harus terbatas pada kegiatan menghafal kosakata atau memahami aturan tata bahasa. Guru dapat memanfaatkan cerita rakyat, permainan bahasa, seni pertunjukan, dan karya sastra sebagai media pembelajaran. Pendekatan yang menyenangkan diharapkan mampu meningkatkan ketertarikan siswa terhadap penggunaan bahasa ibu. Dengan demikian, kegiatan festival dapat memberikan pengaruh positif terhadap proses pembelajaran bahasa daerah di sekolah.
Selain melibatkan siswa, keberhasilan pelestarian Bahasa Jawa membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat. Penggunaan bahasa ibu dalam percakapan sehari-hari menjadi salah satu cara untuk menjaga kemampuan berbahasa anak. Orang tua dapat memperkenalkan Bahasa Jawa melalui komunikasi keluarga, cerita tradisional, maupun kegiatan budaya di lingkungan sekitar. Dukungan masyarakat juga diperlukan agar anak-anak memiliki ruang untuk mempraktikkan keterampilan yang diperoleh di sekolah. Kolaborasi antara lingkungan pendidikan dan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan penggunaan bahasa daerah.
Perkembangan teknologi digital turut membuka peluang baru dalam memperkenalkan Bahasa Jawa kepada generasi muda. Konten pendidikan, video kreatif, cerita digital, dan media interaktif dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ketertarikan anak terhadap bahasa daerah. Penggunaan teknologi memungkinkan materi pembelajaran disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan kebiasaan peserta didik saat ini. Namun, pengembangan konten tetap perlu memperhatikan ketepatan penggunaan bahasa dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Pemanfaatan teknologi secara tepat diharapkan dapat memperluas jangkauan upaya pelestarian bahasa ibu.
Keikutsertaan 490 siswa dalam FTBI Jawa Tengah menjadi gambaran pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan bahasa daerah. Festival tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga sarana membangun kebanggaan terhadap identitas budaya. Kemendikdasmen diharapkan terus memperkuat program revitalisasi bahasa daerah melalui dukungan pendidikan dan kegiatan kebudayaan yang berkelanjutan. Peran sekolah, keluarga, dan masyarakat diperlukan agar penggunaan Bahasa Jawa tetap hidup dalam komunikasi sehari-hari. Melalui upaya bersama, Bahasa Jawa diharapkan terus berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.